by

Refly Harun Pesimis Partai Gelora Tidak Lolos Di 2024

PERDANANEWS Pandeglang – Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengaku pesimis dengan partai politik baru bentukan dari Fahri Hamzah, Partai Gelora.


Refly Harun tidak yakin Partai Gelora bisa mendapatkan banyak suara pada pemilu tahun 2024 mendatang.

Refly Harun kemudian menanyakan kepada Fahri Hamzah modal apa yang dipunyai Partai Gelora untuk bisa menembus ambang batas parlemen.

Menurutnya, untuk bisa masuk mewujudkan itu, maka Partai Gelora harus mempunyai modal besar untuk bisa bersaing dengan partai elit lain yang sudah mempunyai nama.

Dirinya kemudian juga menyinggung soal permainan politik yang ada di Tanah Air.

Kondisi seperti itu menurut Refly Harun tentunya semakin menambah sulit.

Hal ini disampaikan Refly Harun dalam tayangan Youtube pribadinya Refly Harun, Jumat (1/5/2020).

“Saya kok pesimis Gelora bisa lolos, kira-kira modalnya apa untuk lolos pada periode 2024 mendatang?” tanya Refly Harun.


“Karena dengan catatan sedikit yang namanya pemilu kita ini kecurangannya banyak, bandar-bandar besarnya masih berkeliaran sehingga ada partai baru dengan modal cekak agak susah kayaknya,” sambungnya.

Baca Juga : Santri dan Keindonesiaan


Sementara itu mendengar pertanyaan dan penjelasan dari Refly Harun, Fahri Hamzah sedikit terpancing.

Fahri Hamzah menyebut pertanyaan paling sadis yang ditujukan untuk partai yang dibentuk pada 2019 lalu.

“Ini memang pertanyaan paling sadis pertama yang diterima oleh partai kita ini,” kata Fahri Hamzah.

Setelah itu, Fahri Hamzah mengaku sudah paham dengan kondisi perpolitikan di Indonesia.

Meski begitu, hal tersebut bukan menjadi halangan untuk bisa membuktikan diri.

Bahkan menurutnya, ia sempat ditawari partai oleh kementerian untuk bisa dibeli atau istilahnya membeli badan hukum.

Namun tawaran tersebut ditolak dan memilih bekerja mencari pengurus dan anggota.

Fahri Hamzah menegaskan tujuan membentuk partai baru bukanlah hanya iseng-iseng atau hanya untuk gaya-gayaan.

Melainkan memang mempunyai tujuan yang jelas atas dasar ide-ide dari para pengurusnya.

“Kementerian bahwa kami itu memang ditawarkan seperti partai-partai yang bung Refly bilang, ditawarkan partai untuk dibeli, beli badan hukumnya,” ungkap Fahri Hamzah.

“Tapi alhamdulillah sejak awal kami tidak mau, karena kalau kita membeli itu artinya niat kami untuk masuk ke politik ini bukan soal ide bukan soal kita mau jalan jauh, hanya mau gagah-gagahan punya partai,” tegasnya.

“Kita tolak dan kita bilang ke kementerian kita akan kerja.”

Berkat kerja kerasnya bersama Anies Matta, Mahfudz Siddiq dan pengurus lainnya, Fahri Hamzah mengaku berhasil menyakinkan masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu, mantan Wakil Ketua DPR itu optimis Partai Gelora bisa mendapatkan dukungan untuk melaju di Pemilu 2024 mendatang.

“Dan alhamdulillah kita kumpulkan 40 ribu dokumen dari seluruh repulik Indonesia sampai tingkat kecamatan,” jelasnya.

“100 persen DPN, 100 persen DPW hampir 100 persen kabupaten kota dan sekitar 60 sampai 70 persen di kecamatan kami kumpulkan pengurus, total pengurusnya itu 22 ribu orang.”

“Jadi kalau bung Refly tadi menanyakan apa dasar dari kemungkinan kita mendapatkan dukungan masyarakat kita telah melalui proses ini ya kami saya, Anies (Matta), Mahfudz (Siddiq) dkk ini kan pemikir-pemikirlah waktu di PKS dulu,” tutupnya.

PERDANANEWS